Bahan Celana Training

Bahan Celana Training

Bahan celana training banyak pilihan di pasaran, celana training digunakan untuk kegiatan olahraga dan aktifitas positif lainnya.

Bahan Celana Training Yang Paling Layak Digunakan

1.Kain Micro
Kain ini terbuat dari benang polyester. Terdiri atas beberapa jenis di antaranya kain microfiber, micro bintik, micro despo, dan micro ripstore.

Perbedaan paling mendasar antara keempat jenis tersebut terletak pada ketebalan kain, tingkat kelenturan, dan tingkat kelembutannya masing-masing. Namun secara garis besar semuanya dapat dinyatakan lembut. Di samping itu ada pula beberapa keunggulan lain kain micro yang sulit kita temukan pada kain jenis.

Alur dan kerapatan seratnya teratur dan cukup rapat sehingga menjadikan kain ini kuat dan tahan dicuci berkali-kali.

Permukaan kain terasa halus karena kain ini tersusun atas serat micro yang cenderung tipis namun kokoh.

Untuk pemakaian jangka panjang, kain micro tidak lekas berbulu atau berserabut. Menjamin pengguna yang memiliki riwayat penyakit asthma atau alergi terhadap bulu-bulu halus tetap bisa nyaman kala menggunakannya.

Tidak membutuhkan perlakuan khusus. Kain ini sangat mudah dibersihkan apabila terkena noda. Dapat pula dicuci menggunakan mesin cuci. Proses pengeringan pun tidak terlalu boros waktu.

Sifat kainnya tidak mudah kusut. Celana training berbahan kain micro akan sangat menguntungkan Anda yang malas menyetrika pakaian setelah dicuci.

2.Kain Despo
Kain despo termasuk dalam turunan kain micro. Dibandingkan 3 jenis turunan kain micro lainnya, kain despo ini paling ideal untuk bahan celana training. Sebab selain unggul dari segi teksturnya yang lembut dan lentur, kain despo juga bersifat breathable. Lapisan membrane serta kerapatan serat yang baik agar sirkulasi udara tetap terjaga.

Kain despo sendiri terbagi lagi atas dua pilihan:

a.Despo Streetch
Kain ini dapat dikenali dari elastisitasnya yang cukup tinggi. Dilengkapi dengan lapisan latek yang memungkinkan celana training dari bahan ini bisa melar mengikuti bentuk tubuh penggunanya. Banyak kita temukan pada celana-celana training untuk aerobic dan yoga.

b.Despo MG
Kain despo MG sama sekali tidak bisa dikatakan lentur. Akan tetapi tidak juga terlalu kaku. Kain ini berciri khas licin dan mengkilap sebagaimana parasut. Punya sifat windbreaker (penahan angin) yang mantap. Paling pas dimanfaatkan untuk celana training jogging, bersepeda , dan jalan santai.

3.Kain Serena
Jenis bahan kain celana training terbaik berikutnya jatuh pada kain serena. Kain serena terbuat dengan sedikit campuran polymer sintetis sejenis nilon yang menjadikannya agak lentur.

Permukaan kainnya mengkilap namun terasa bertekstur. Dari segi harga bahan serena tidak terlalu mencekik, namun kenyamanannya tetap layak dibanggakan.

4.Kain Lotto
Kain lotto termasuk dalam kategori kain bermutu. Value kain ini tak terlepas dari sejumlah keutamaan yang dimilikinya, antara lain:

a.Tekstur kainnya halus dan cenderung lemas. Bobot kainnya juga tidak terlalu berat.
b.Elastisitasnya terjamin karena ada kombinasi bahan polyester dalam pembuatan kain lotto.
c.Lembut dan tidak gampang kusut untuk pemakaian dalam waktu lama.
d.Warna tidak mudah luntur. Jadi sesering mungkin pun digunakan tampilannya akan tetap terlihat seperti baru.

5.Kain Diadora
Nama Diodora tentu sering terbaca oleh kita pada produk-produk sport seperti seragam olahraga, sepatu, dan sebagainya. Kain diadora memang kerap dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pakaian olahraga, begitu pula celana training.

Selain mengandalkan kelembutannya, kain ini juga tampak mewah karena permukaannya mengkilap. Apalagi bila beradu dengan sinar matahari atau pacaran lampu terang.

Kain ini agak terasa hangat di kulit dikarenakan lapisan bagian bawah kain terdapat bulu-bulu halus. Daya serapnya juga terbilang rendah. Sehingga celana training berbahan kain Diadora lebih cocok dikenakan saat musim hujan/dingin ketimbang musim panas.

6.Kain Adidas
Kain ini sangat unggul kualitasnya, jenis kainnya cukup tebal dan terasa empuk seperti handuk bayi, Permukaan kainnya halus dan tidak berbulu sama sekal, dan memiliki Daya serapnya tinggi. Ideal menyerap keringat saat berolahraga.

7.Kain Spandek
Spandek adalah satu dari sekian banyak jenis bahan kain yang sering digunakan. Sebabnya, spandek terbuat dari bahan polimer sintetis atau nylon yang elastisitasnya sangat tinggi.

Elastisitas tersebut menjadikan segala model pakaian olahraga yang menggunakan bahan ini mampu merenggang mengikuti bentuk dan gerak tubuh dan lekas kembali pada bentuk semula, tak terkecuali pada celana training.

Mutu ketahanannya bandel alias tidak mudah rusak. Namun, agak terasa panas jika digunakan terlalu lama.

8.Kain Drift
Sulit untuk mengesampingkan kain drift dalam pembuatan pakaian olahraga begitu pula halnya celana training. Alasannya:

a.Ketebalan kainnya pas; tidak terlalu tipis dan tidak pula terlalu tebal.
b.Memiliki pori-pori kain yang memadai sehingga aliran udara yang masuk lancar dan pengguna akan merasa adem selama pemakaian.
c.Tidak mudah kusut.
d.Kuat, tidak membutuhkan perlakuan khusus dalam pencucian dan pengeringan
e.Warna tidak mudah luntur.

9.Kain Baby Terry
Kain baby terry juga direkomendasikan untuk celana training. Kain yang satu ini memiliki karakteristik tebal dengan bulu-bulu halus pada bagian dalam. Walau demikian, teksturnya mengingatkan kita pada selimut bayi: empuk dan halus.

Baby Terry sangat nyaman bersentuhan dengan kulit dan mudah menyerap keringat. Jadi pas dikenakan dalam kondisi panas maupun dingin. Kelemahannya, butuh waktu agak lama untuk proses pengeringan sehabis dicuci.

10.Kain Paragon Kain Paragon
Kain paragon masih keluarga besar polyester. Hanya saja tingkat elastisitasnya tidak seberapa tinggi, namun memiliki permukaan kain yang halus dan lembut seperti kapas. Tampilannya juga tampak mengkilap dengan salur teratur.

Tetapi sama halnya dengan spandek, kain paragon agak susah menyerap keringat karena kerapatan seratnya sangat padat. Walau demikian, jenis kain yang satu ini tetap ramai peminat terutama untuk celana training maupun jaket olahraga.

Dari banyaknya pilihan kain untuk bahan celana training, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Tinggal dipilih bahan yang seperti apa untuk celana trainingnya.

Bahan Lain :

Bahan Baju
Bahan T Shirt
Bahan Kaos Oblong
Bahan Rompi
Bahan Jaket
Bahan Wearpack